16a192b0-5a82-4f4f-963b-a11be4267f51

KUNJUNGAN KERJA KEPALA UPT PERPUSTAKAAN KE INSTITUT PERTANIAN BOGOR PRESS

KUNJUNGAN KERJA KEPALA UPT PERPUSTAKAAN

KE INSTITUT PERTANIAN BOGOR PRESS

Oleh : Tim Website UPT Perpustakaan Unhan RI

Penerbit Perguruan Tinggi atau University Press, mempunyai arti strategis dan berperan laksana jantung dalam kehidupan sebuah perguruan Tinggi. Oleh karena itu, Lembaga Penerbitan sebagai media dimana civitas akademika dapat menuangkan ide-ide barunya, menyampaikan ilmu pengetahuan baru hasil riset melalui buku dan media komunikasi yang lain perlu mendapat perhatian yang serius dari Pimpinan Perguruan Tinggi.

Penerbit dan percetakan Perguruan Tinggi (University Press) merupakan front liner setiap perguruan tinggi. Kualitas dan kuantitas penerbitan dan percetakan buku dan jurnal dapat menjadi ukuran bermutu tidaknya sebuah perguruan tinggi. Karena itu, setiap perguruan tinggi diharapkan memiliki lembaga penerbitan yang akan menjadi icon dan tanda kemajuan universitas tersebut, dan juga sebagai tolak ukur kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebuah bangsa.

Undang-undang Nomor 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan khusus Pasal 51 menegaskan bahwa Penerbitan Buku untuk pendidikan tinggi dapat dikelola oleh perguruan tinggi agar menghasilkan Buku Bermutu, murah, dan merata. Penerbitan Buku tersebut difasilitasi oleh kementerian yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan tinggi dan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Amanat undang-undang tersebut dapat kami maknai bahwa sudah seharusnya Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dapat memiliki Lembaga Penerbit Perguruan tinggi sendiri.

Rabu, 8 Maret 2022 Kepala UPT Perpustakaan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) sekaligus Kepala Unhan RI Press, Kolonel Chb (K) Dr. Sri Sundari, S.E., MM., Melakukan kunjungan ke Institut Pertanian Bogor Press (IPB Press). Kunjungan dilakukan, dalam rangka menjalin kerja sama dan diskusi terkait dengan dunia penerbitan dan percetakan. Langkah tersebut diambil mengingat Unhan RI Press yang terbilang masih awam di dunia penerbitan dan percetakan buku merasa perlu menimba pengetahuan sebanyak-banyaknya dari penerbit-penerbit besar khususnya.

Kunjungan ke IPB Press merupakan arahan dari Bapak Rektor Unhan RI kepada Dr. Sundari untuk belajar mengenai dunia penerbitan dan percetakan buku. Mengingat Unhan RI Press yang baru didirikan Desember 2021, bisa dibilang masih awam di dunia penerbitan dan percetakan. Hasil kunjungan ini nantinya akan diaplikasikan di Unhan RI Press sehingga diharapkan bisa menjadi penerbit yang berkualitas dan memiliki nama besar di dunia penerbitan Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan salah satu tujuan Unhar RI Press yakni menjadi gerbang utama penerbitan buku karya civitas akademika Unhan RI.

Pemilihan IPB Press sebagai salah satu lokasi kunjungan memang sangat tepat. Secara historis dan kualitas, IPB Press merupakan salah satu penerbit besar yang ada di Kota Bogor. IPB Press didirikan pada tahun 2009, beralamat di jalan taman kencana nomor 3 dengan nama perusahaan PT Penerbit IPB Press. Kegiatan utama IPB Press adalah di bidang penerbitan, percetakan, dan bookstore. Perjuangan kerasa selama kurun waktu 13 tahun menjadikan IPB Press saat ini menjadi salah satu penerbit besar di Indonesia dengan cakupan pelanggan (customer) di seluruh wilayah nusantara.

Rombongan tiba di IPB Press pada pukul 09.00 WIB dan disambut langsung oleh Bapak Erik Wahyudyono selaku pimpinan IPB Press beserta para staf. Dr. Sundari mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan oleh pihak IPB Press serta mengucapkan maksud dan tujuan kunjungan. Dalam kunjungan ini, Dr. Sri Sundari didampingi PNS Wirawan selaku Kasubbag TU, PNS Dindin selaku Pustakawan Ahli Muda, Abdul Najib selaku staf IT dan Prasetiyo Suhendro selaku staf pengolahan.

Begitu masuk di kantor IPB Press, kita bisa melihat karya-karya yang dihasilkan oleh IPB Press, mulai dari buku, mug, kalender, pin, dan masih banyak lainnya. Selabnjutnya, rombongan diajak menuju ruang rapat untuk berdiskusi yang dipimpin langsung oleh Bapak Erick. Bapak Erick membuka acara diskusi dan memberi sambutan. Dalam sambutannya, Bapak Erick mengucapkan selamat dating dan merasa terhormat bisa menerima kunjungan dari Dr. Sundari dan berharap bisa menjalin kerja sama antara IPB Press dengan Unhan RI, khususnya dengan Unhan RI Press.

“Tentu saja kami sangat senang dikunjungi oleh Unhan RI Press. Kami harap silaturahmi kita tidak terputus sampai di sini. Suatu hari nanti aka nada kerja sama anatara IPB Press dengan Unhan RI Press,” sambut Bapak Erick.

Dalam sambutannya, Bapak Erick menceritakan profil IPB Press yang telah berdiri sejak tahun 2009 yang bergerak di bidang penerbitan dan percetakan produk buku dan non buku. IPB Press saat ini merupakan satu-satunya penerbit di lingkungan pderguruan tinggi yang berbentuk PT atau perusahaan. Kepemilikan IPB Press dibawah PT Bogor Life Science and Technology sebesar 60% dan alumni IPB sebesar 40%. IPB Press memiliki total 38 staff dan saat ini tergabung dengan Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI).

Visi IPB Press yakni menjadi penerbit universitas yang unggul dalam dunia literasi untuk menginspirasi kehiudpan yang berkelanjutan dengan menjunjung tinggi nilai integritas dan inovasi di bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika. Adapun filosofi IPB Press yaitu Image (memberikan citra positif sebagai bagian dari IPB) , Profit (menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dan berorientasi pada keuntungan finansial), dan Benefit (bermanfaat bagi masyarakat dalam penyebaran ilmu pengetahuan).

Banyak hal menarik yang dimiliki IPB Press. IPB Press menyediakan jasa percetakan bagi penerbit lain yang ingin menjadi rekan kerjasama. Saat ini sudah ada 30 penerbit lain yang bekerja sama dengan IPB Press dalam penggunaan jasa percetakan. Bahkan dijelaskan oleh Bapak Erick bahwasanya IPB Press merupakan penerbit terbaik di Kota Bogor untuk percetakan di bawah 500 POD (Print on Demand). Selain itu IPB Press juga menyediakan 700 judul e-book gratis hasil kerjasama dengan Instansi Pemerintah.

IPB Press sebagai salah satu penerbit terbaik tentunya juga menyediakan jasa bimbingan kepada penerbit lain yang disebut dengan Paket University Press Management. Adapun paket kerjasama yang ditawarkan oleh IPB Press adalah sebagai berikut:

  1. Pendampingan Manajerial IT

Paket senilai Rp 20.000.000, University Press akan mendapatkan pelatihan dan pembuatan spreadsheet dan data studio untuk RKAP dan realisasi tahunan.

  1. Pendampingan Manajerial Pengembangan Bahan Ajar, Editing, Layouting

Paket senilai Rp 30.000.000, University Press akan mendapatkan pelatihan, konsultasi, dan pendampingan proses pengembangan buku bahan ajar, editing, dan layouting, serta dapat bertanya secara informal sebagai bagian dalam konsultasi selama kerja sama berlangsung.

  1. Pendampingan Manajerial Keuangan

University Press akan mendapatkan system keuangan, serta akan mendapatkan pelatihan, konsultasi, dan pendampingan. University Press dapat bertanya secara informal sebagai bagian dalam konsultasi selama kerja sama berlangsung.

  1. Pemasaran dan Distribusi

University Press akan mendapatkan pendampingan dalam pembuatan website untuk pemasaran buku. University Press dapat bertanya secara informal sebagai bagian dalam konsultasi selama kerja sama berlangsung.

  1. Full University Press Management

University Press akan mendapatkan konsultasi, pelatihan, dan pendampingan penuh dimulai dari strategi marketing, account management, pelatihan pengembangan bahan ajar, editing, layouting, keuangan, IT, serta pemasaran dan distribusi buku. University Press menyiapkan SDM yang diperlukan account manager, editor, layouter, keuangan, dan IT.

  1. Paket Operasional

Paket operasional terdiri dari tiga macam yakni Co branding ISBN Pihak 1, Co branding ISBN Pihak 2, Personal Branding (ISBN Pihak 2). Banyak mitra kerja dari IPB Press yang menggunakan paket operasional mengingat lebih praktis dan menguntungkan bagikedua belah pihak. Seperti yang disebutkan di awal pembahasan sebanyak 30 penerbit sudah bekerja sama dengan IPB Press dengan menggunakan paket operasional ini. Penerbit tidak perlu mengeluarkan banyak biaya untuk membeli semua perlengkapan percetakan dan tentunya ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Acara dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, Dr. Sri Sundari bertanya, “KondisiUnhan RI Press yang masih baru belum memiliki SDM yang berkompeten di bidang penerbitan dan percetakan, hal apa yang harus kami (Unhan RI Press) lakukan terlebih dahulu untuk bisa berkembang seperti IPB Press?” Menanggapi pertanyaan di atas, Bapak Erick berbagi berbagi pengalaman di masa awal kepemimpinan beliau di IPB Press. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, antara lain:

  1. Rumuskan visi Unhan RI Press

Pertama yang harus ditentukan adalah membuat terlebih dahulu visi dan misi Unhan RI Press. Dengan adanya visi-misi maka akan bisa diketahui arah dan tujuan dari Unhan Press.

  1. Inventarisasi Resources

Kumpulkan semua resources yang dimiliki Unhan RI Press yang bersifat fisik dan non fisik. Adapun resources fisik meliputi komputer, printer, mesin fotokopi, peralatan jilid, dan lain-lain. Sedangkan untuk resources non fisik meliputi data dosen Unhan RI, jenjang jabatan dosen Unhan RI, jumlah karya buku hasil karya dosen Unhan RI, dan lain-lain.

  1. Tentukan bentuk lembaga

Penentuan bentuk sebuah lembaga menjadi sangat penting dalam kemajuan sesuatu penerbit. Terdapat 2 pilihan bentuk lembaga, antara lain:

  1. Unhan RI Press sebagai Perusahaan

Unhan RI Press tidak menjadi bagian dari Unhan RI. Secara anggaran Unhan RI Press tidak bergantung dengan Unhan RI. Kelebihan dari bentuk perusahaan adalah Unhan RI Press tidak bisa diperiksa oleh BPK RI (Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia). Sedangkan kekurangan adalah Unhan RI Press harus berusaha mencari dana sendiri untuk kelangsungan hidup perusahaan.

  1. Unhan RI Press sebagai Subsatker

Unhan RI Press di bawah naungan Unhan RI yang berarti secara keseluruhan anggaran Unhan RI Press sangat bergantung kepada Unhan RI. Kelebihan dari bentuk ini adalah Unhan RI Press tidak perlu mencari dana sendiri karena dana didapat dari Unhan RI. Sedangkan untuk kelemahannya, karena berbentuk Subsatker, anggaran sangat terbatas dan hanyamenunggu dari Unhan RI. Hal tersebut akan berdampak terhadap perkembangan Unhan RI Press.

Penjelasan dari Bapak Erick sangat lugas dalam berbagi strategi awal memajukan lembaga penerbitan dan percetakan yang beliau pimpin. Dr. Sundari sangat tertarik untuk menjalin kerjsama dengan IPB Press untuk bersedia membantu dan membimbing Unhan RI Press. “Bagaimana Kalau Unhan RI Press mengadakan Program Kerja Sama (PKS) dengan IPB Press?” Tanya Dr. Sundari.

Menanggapi hal tersebut Bapak Erick menyampaikan “Pada intinya kami sangat setuju dan terbuka untuk menjalin kerja sama dengan pihak manapun. Silahkan teman-teman dari Unhan RI Press menentukan bidang yang dalam program kerja sama yang akan dilakukan.”

Diskusi berlangsung hangat dan tidak terasa sudah sampai di penghujung acara. Selenjutnya Bapak Erick mengajak seluruh rombongan Dr. Sri Sundari untuk berkeliling IPB Press. Bapak Erick didamping para staf mengajak berkeliling menunjukan Ruang produksi yang berisi mesin-mesin percetakan, Ruang Desain Kreatif yang berisikan para ahli design, Ruang Redaksi yang merupakan tempat pengeditan, layout naskah-naskah buku yang akan diterbitkan. Selesai berkeliling, Dr. Sri Sundari beserta rombongan berpamitan dan tentunya sebelum pulang diadakan foto bersama.

Tim Website UPT Perpustakaan Unhan RI

ok

PERPUSTAKAAN NASIONAL RI SELENGGARAKAN RAKORNAS BIDANG PERPUSTAKAAN TAHUN 2022

PERPUSTAKAAN NASIONAL RI SELENGGARAKAN RAKORNAS BIDANG PERPUSTAKAAN TAHUN 2022

Oleh: Tim Pengelola Website UPT Perpustakaan Unhan RI

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2022. Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 merupakan satu upaya dalam melaksanakan konsolidasi dan koordinasi antar pemangku kepentingan di bidang perpustakaan untuk mencapai tujuan dan sasaran yang terdapat dalam Perencanaan Strategis Perpustakaan Nasional RI 2020-2024 serta mendukung proses perencanaan partisipatif yang melibatkan seluruh jajaran pemangku kepentingan di bidang perpustakaan, dengan mekanisme bottom up dan top down planning, di samping itu Rakornas Bidang Perpustakaan sebagai wadah konsolidasi, integrasi, harmonisasi, sinkronisasi dalam rangka penguatan dan penajaman program dan kegiatan dalam upaya membangun interaksi atau interdependensi antara para pemangku kepentingan dengan Perpustakaan Nasional RI sehingga dapat meningkatkan kinerja lembaga dalam menjawab tantangan dan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 difokuskan pada upaya Perpustakaan Nasional memperkuat transformasi perpustakaan digital. Perpustakaan dituntut untuk memiliki capacity building (pembangunan kapasitas), design dan interactivity (rancangan dan interaktivitas), dan mindset chage (perubahan pola pikir). Menghadapi era revolusi industri 4.0 dan memasuki perubahan iklim informasi era digital seperti saat ini, perpustakaan harus membuka peluang untuk bersinergi dengan perubahan. Perpustakaan merupakan leading sector dalam peningkatan transformasi perpustakaan bagi terwujudnya ekosistem digital nasonal. Untuk itu dalam memperkuat hal tersebut diperlukan sinergi dan dukungan seluruh stakeholder baik di pusat maupun di daerah, agar ekosistem digital dapat segera diwujudkan. Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 diselenggarakan pada 29-30 Maret 2020 dengan tema “Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional”, yang diisi dengan beragam diskusi seputar persoalan dan tantangan literasi Indonesia.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya menyampaikan bahwa meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung, namun Rakornas harus tetap digelar untuk menyatukan tujuan dan program seluruh stakeholder perpustakaan di Indonesia. Rakornas adalah tempat untuk seluruh stakeholder perpustakaan di Indonesia berkumpul, berbagi informasi tentang kondisi perpustakaan di berbagai daerah, hingga bisa mendapatkan informasi adalah kunci sukses dalam menjalankan fungsi perpustakaan demi meningkatkan budaya literasi sekaligus berperan dalam pemulihan ekonomi dan berkontribusi dalam kemajuan bangsa.

Rakornas Bidang Perpustaakaan Tahun 2022 dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta yang hadir secara luring (tatap muka) dibatasi hanya 750 peserta saja dengan komposisi peserta terbanyak lainnya yakni 10.000 orang akan hadir secara daring menggunakan aplikasi Zoom Meeting. Peserta luring ini terdiri dari Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Ketua Forum Perpustakaan/Penerbit Pengusaha Rekaman dan pihak-pihak yang telah melakukan kerja sama dengan Perpusnas selama ini. Dalam momen Rakornas ini, seluruh insan perpustakaan dan pegiat literasi dari berbagai daerah di Indonesia akhirnya kembali berkumpul. Karena terakhir Rakornas yang digelar secara tatap muka adalah pada tahun 2019.

Hari pertama Rakornas ini diisi beberapa kegiatan seperti Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Perpustakaan Nasional RI dengan beberapa Perguruan Tinggi yang langsung dihadiri oleh seluruh rektor perguruan tinggi terkait.

Acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU Perpusnas dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Menteri I Gusti Ayu Bintang Darmawati langsung hadir di tempat, sekaligus memberikan sekapur sirih di acara Rakornas ini.

Acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan dengan beberapa kategori, di antaranya Penghargaan kepada provinsi dengan Nilai Tingkat Kegemaran Membaca Tertinggi Tahun 2021 Bintang Puspayoga, Provinsi dengan Nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat tertinggi Tahun 2021 Bintang Puspayoga dan Provinsi Dengan Cakupan Akreditasi Perpustakaan Terbaik Provinsi dengan prosentasi perpustakaan terakreditasi terbanyak (Tertinggi). Penghargaan berikutnya adalah dengan kategori Perpustakaan Umum Kabupaten/Kota Rujukan Nasional Akreditasi Perpustakaan Terbaik, Provinsi dengan Nilai Kinerja Anggaran Dekonsentrasi Terbaik Tahun 2021.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjadi Pembicara Kunci sekaligus membuka acara Rakornas Perpustakaan 2022. Muhadjir mengangkat Tema “Peta Jalan Peningkatan Literasi Memperkuat Kolaborasi Antarlembaga dalam Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Literasi Indonesia.

Kegiatan Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 hari pertama terselenggara dengan beberapa pelaksanaan kegiatan antaralain sebagai berikut:

  1. Pembukaan acara oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dilanjutkan dengan penyampaian materi paparan dengan tema ”Peta Jalan Peningkatan Literasi Memperkuat Kolaborasi Antarlembaga dalam Mewujudkan Masyarakat Berbudaya Literasi Indonesia”
  2. Penandatanganan MoU Perpusnas dengan berbagai lembaga
  3. Pemberian Penghargaan
  4. Paparan Kementerian PPN/Bappenas, dengan tema: “Transformasi Perpustakaan dalam Peningkatan Indeks Budaya Literasi yang berkontribusi terhadap Indeks Pembangunan Kebudayaan” yang disampaikan oleh Dr. Ir. Subandi Sardjoko, M.Sc selaku Plt. Deputi Pembangunan, Manusia, Msyarakat dan Kebudayaan
  5. Paparan Komisi X DPR-RI, dengan tema “Peran dan Upaya Legislatif dalam Mendukung Transformasi Digital Perpustakaan di Indonesia” yang disampaikan oleh Syaiful Huda Ketua selaku Komisi X DPR RI
  6. Paparan Kementerian Keuangan, dengan tema; “Kebijakan Anggaran Perpustakaan dalam Peningkatan Pembangunan Literasi dan Kegemaran Membaca Masyarakat” yang disampaikan oleh Putut Hary Satyaka, SE, MPP selaku Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
  7. Paparan Gubernur Sulawesi Tenggara, dengan tema “Strategi Pembangunan Perpustakaan di Provinsi Sulawesi Tenggara” yang disampaikan oleh H. Ali Mazi
  8. Paparan Kepala BSSN, dengan tema: “Keamanan Informasi dalam Ekosistem Digital Nasional” yang disampaikan oleh Kepala Badan Siber dan Sandi Negara
  9. Paparan Kepala Perpustakaan Nasional, dengan tema; “Kebijakan Perpustakaan Nasional dalam Penguatan Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional” yang disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional didampingi Deputi I, Deputi II, dan Sestama

Kegiatan diskusi dengan tema “Arah Kebijakah dan Strategi Peningkatan Budaya Literasi Masyarakat: Signifikansi Pengembangan Ekosistem Digital” yang disampaikan oleh Amich Alhumami, Direktur Agama, Pendidikan, dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas. Mewakili DPR RI, Syaiful Huda Ketua Komisi X DPR RI juga memaparkan “Peran dan Upaya Legislatif dalam Mendukung Transformasi Digital Perpustakaan di Indonesia”.

Adapun Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 yang dilaksanakan pada hari kedua antara lain sebagai berikut:

  1. Diskusi Forum Perpustakaan Sekolah Madrasah Indonesia (FPSMI), dengan tema “Pengembangan eLibrary Sebagai Strategi Keterlibatan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dalam Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional Guna Mendukung Merdeka Belajar” yang disampaikan oleh Hendro Wicaksono, M.Hum, Analis Data dan Informasi, Ditjen Paud Dikdas Dikmen Kemdikbud
  2. Diskusi Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), dengan tema “Transformasi Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Mendukung Kebijakan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar” yang disampaikan oleh Mariyah, S. Sos., M. Hum, Ketua Umum Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia
  3. Diskusi Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI), oleh dengan tema “Transformasi Perpustakaan Digital Dalam Penyediaan Konten Open Access Sebagai Sumber Pengetahuan Masyarakat” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Jonner Hasugian, M.Si, Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia
  4. Diskusi Forum Perpustakaan Umum (FPUI), dengan tema “Transformasi Perpustakaan Umum Berbasis Inklusi Sosial untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat” yang disampaikan oleh Usman Asshidiqi Qohara, S.Sos, M.Si, Ketua Umum Forum Perpustakaan Umum Indonesia
  5. Diskusi Forum Perpustakaan Khusus Indonesia (FPKI) dengan tema “Transformasi Layanan Perpustakaan Khusus dalam Mendukung Open Science dan Open Data” yang disampaikan oleh Hendro Subagyo, M.Eng Plt. Kepala Pusat Data dan Informasi BRIN
  6. Diskusi Forum Taman Bacaan Masyarakat, dengan tema; ”Peran Taman Bacaan Masyarakat dalam Menggerakkan Budaya Baca dari Pinggiran” yang disampaikan oleh Opik, M.Pd Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat
  7. Diskusi Pustaka Bergerak Indonesia, dengan tema; ”Penguatan Literasi Msyarakat Seabagai Gerakan Sosial di Indonesia” yang disampaikan oleh Radmiadi (Perahu Pustaka Bakauheni Lampung)
  8. Diskusi Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), dengan tema; “Memperkuat Budaya Baca Keluarga di Era Disrupsi” yang disampaikan oleh Dr. Tjahyo Suprajogo, M.Si, Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB)
  9. Diskusi Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Dengan tema; “Penguatan Kompetensi Pustakawan Menghadapi Era Disrupsi” yang disampaikan oleh T. Syamsul Bahri, SH., Msi, Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)
  10. Diskusi Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISIPII), dengan tema; “Mempersiapkan SDM Perpustakaan dalam Memperkuat Ekosistem Digital Nasional”
  11. Paparan Kemenkeu, dengan tema ; “DAK Fisik Sub Bidang Perpustakaan untuk peningkatan kualitas layanan perpustakaan di daerah”
  12. Paparan Kemendagri, dengan tema ; “Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraaan dan Pengelolaan Perpustakaan Daerah melalui kegiatan Dekonsentrasi”
  13. Paparan KemenPPN/Bappenas, dengan tema ; “Optimalisasi Kegiatan Prioritas Nasional Penguatan Budaya Literasi, Inovasi dan Kreatifitas untuk mewujudkan masyarakat berpengetahuan dan berkarakter”

Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2022 menghasilkan beberapa rekomendasi penting yang menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh insan perpustakaan di Indonesia, antara lain sebagai berikut:

  1. Peningkatan budaya literasi dalam mendukung Program Prioritas Peningkatan Budaya Literasi, Inovasi dan Kreativitas Bagi Terwujudnya Masyarakat Berpengetahuan, dan Berkarakter dengan indikator Nilai Budaya Literasi yang telah ditargetkan pada tahun 2024 sebesar 71 (tinggi), dengan komponen utama tingkat kegemaran membaca masyarakat, akses internet, dan kunjungan ke perpustakaan/taman bacaan) seluruh jenis perpustakaan di Indonesia agar mendukung target capaian tersebut.
  2. Perpustakaan Nasional bersama-sama dengan Perpustakaan Umum, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, dan Perpustakaan Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, Forum Perpustakaan dan Literasi, serta para pemangku kepentingan untuk bersinergi dan berkolaborasi lintas lembaga meningkatkan dan mengembangkan layanan perpustakaan baik konvensional maupun digital guna mendukung pembangunan sumber daya manusia.
  3. Perpustakaan Nasional bersama-sama dengan Perpustakaan Umum, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, dan Perpustakaan Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, Forum Perpustakaan dan Literasi serta para pemangku kepentingan melaksanakan transformasi perpustakaan sebagai sarana memperkuat akses informasi ilmu pengetahuan dan mendukung terwujudnya ekosistem digital nasional.
  4. Mendorong terwujudnya perpustakan sebagai pusat pengetahuan, pusat kegiatan literasi , pusat berkegiatan masyarakat dan pusat pemajuan kebudayaan yang memungkinkan masyarakat dapat berbagi pengalaman, belajar secara kontekstual dan berlatih keterampilan dan kecakapan hidup di seluruh wilayah Indonesia.
  5. Mendorong Pemerintah dan Pemerintah Daerah mendirikan perpustakaan umum di seluruh kecamatan hingga desa dan kelurahan sebagai pusat belajar dan berkegiatan masyarakat untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.
  6. Perpustakaan Nasional bersama-sama dengan Perpustakaan Umum, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, dan Perpustakaan Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, Forum Perpustakaan dan Literasi serta para pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi masyarakat melalui peningkatan akses pengetahuan menyediakan bahan bacaan baik cetak maupun digital di tempat-tempat umum dalam bentuk layanan perpustakaan konvensional dan berbasis aplikasi digital.
  7. Meningkatkan sinergitas dan kolaborasi antar Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mengembangkan progam dan kegiatan untuk mendukung percapaian target nasional peningkatan budaya literasi, sebagai salah satu Program Prioritas Nasional sesuai RPJMN 2020-2024.
  8. Perpustakaan Nasional dan para pemangku kepentingan bidang perpustakan untuk mendorong percepatan tersusunnya regulasi Peta Jalan Pembangunan Literasi (PJPL).
  9. Perpustakaan Nasional bersama Perpustakaan Umum, Perpustakaan Khusus, Perpustakaan Sekolah/Madrasah, dan Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, Forum Perpustakaan dan Literasi serta para pemangku kepentingan untuk mengembangkan jejaring Kerjasama perpustakaan lingkup nasional.