whatsapp-image-2022-03-08-at-11.11.24

KUNJUNGAN KERJA KEPALA UPT PERPUSTAKAAN KE SMA NEGERI 1 CIBINONG DAN SMA PLUS PGRI CIBINONG

KUNJUNGAN KERJA KEPALA UPT PERPUSTAKAAN

KE SMA NEGERI 1 CIBINONG DAN SMA PLUS PGRI CIBINONG

Oleh : Tim Website UPT Perpustakaan Unhan RI

Kerjasama antar perpustakaan merupakan syarat mutlak untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakainya. Kerjasama perpustakaan dilakukan berdasarkan konsep bahwa kekuatan dan efektivitas kelompok perpustakaan akan lebih lebih besar di bandingkan dengan kekuatan dan efektivitas perpustakaan masing-masing. Prinsip kerjasama antar perpustakaan dilakukan karena diasumsikan bahwa tidak ada satu perpustakaan pun yang memiliki koleksi lengkap, sehingga diperlukan kerjasama dengan perpustakaan lain. Maka, yang dimaksud dengan kerjasama perpustakaan adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh beberapa perpustakaan untuk mencapai tujuan perpustakaan dalam menyediakan dan mendayagunakan koleksinya untuk kepentingan pemakai, pembaca dalam berbagai kepentingan.

Salah satu jenis perpustakaan yang melakukan kerjasama adalah perpustakaan perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan yang berada pada lingkungan perguruan tinggi, sekolah tinggi, akademi atau sekolah tinggi lainnya yang pada hakikatnya merupakan bagian integral dari suatu perguruan tinggi. Perpustakaan perguruan tinggi harus berusaha dalam menjalin kerjasama dengan perpustakaan lainnya. Kebutuhan informasi mahasiswa maupun dosen terdiri atas berbagai disiplin ilmu dimana perpustakaan belum bisa menampung keseluruhan informasi yang mereka butuhkan. Pada dasarnya tidak ada perpustakaan yang bisa menampung seluruh kebutuhan informasi dari pengguna. Selain kebutuhan pengguna yang meningkat diberbagai sektor disiplin ilmu, faktor perkembangan teknologi dan informasi juga menjadi faktor terjalinnya kerjasama karena memungkinkan kerjasama perpustakaan dapat terjalin dengan tepat dan mudah.

Banyaknya informasi yang harus ditampung perpustakaan akan membuat perpustakaan perguruan tinggi harus menyediakan fasilitas, biaya, dan sumber daya manusia yang sesuai dengankebutuhan. Di satu sisi tidak ada satu pun perpustakaan yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan penggunanya, dan disisi lain pengguna sangat memerlukan literatur atau informasi baru untuk penulisan karya ilmiah ataupun lainnya. Maka dari itu, pusat informasi termasuk perpustakaan perguruan tinggi selalu berusaha untuk menjalin kerjasama dengan perpustakaan lainnya dalam meningkatkan sumber informasi dan layanan perpustakaan.

Selasa, 8 Maret 2022 Kepala UPT Perpustakaan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Kolonel Chb (K) Dr. Sri Sundari, S.E., MM., Melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 dan SMA PLUS PGRI Cibinong. Kunjungan dilakukan, dalam rangka pelaksanaan program kerja sama dan penyerahan buku sumbangan dari UPT Perpustakaan Unhan RI kepada Perpustakaan SMA Negeri 1 dan Peprustakaan SMA PGRI Plus Cibinong. Dalam kunjungannya, Dr. Sri Sundari didampingi oleh PNS Dindin selaku Pustakawan Ahli Muda dan PNS Tomi selaku staf UPT Perpustakaan Unhan RI.

Pemilihan kedua SMA tersebut bukan tanpa alasan, SMA Negeri 1 Cibinong merupakan SMA Negeri favorit di Kabupaten Bogor yang terkenal dengan banyak prestasi dari bidang akademik dan non akademiknya. Adapun SMA PGRI Pus merupakan SMA Swasta favorit yang terbilang “bonafit” di Kabupaten Bogor dan juga memiliki banyak prestasi terutama di bidang Teknologi Informasi. SMA PLUS PGRI terkenal dengan prestasi di bidang ilmu teknologi informasi. Banyak inovasi-inovasi dalam bidang IT yang dihasilkan oleh siswa-siswa SMA PLUS PGRI Cibinong.

Rombongan UPT Perpustakaan Unhan RI berangkat tepat pukul 08.00 WIB. Kunjungan pertama berlokasi di SMA Negeri 1 Cibinong. Rombongan Perpustakaan Unhan RI sampai di lokasi pukul 09.00 WIB, tepat waktu sebagaimana jadwal yang telah ditentukan sebelumnya. Sesampainya di SMA Negeri 1 Cibinong, rombongan disambut hangat oleh Ibu Dra. Hj Eli Supartini selaku Kepala Sekolah, Dra. Siti Warhamni, M.Pd selaku Waka Kurikulum, Agus Setiawan, M.Pd selaku Waka Sarana Prasarana, Surawi, S.Pd selaku Waka Kesiswaan, Lisda Deviyanti, S.Pd selaku Waka Humas, Agus Subarkah selaku Kepala TU, Nurhidayati Saleh, S.Pd selaku Kepala Perpustakaan, Mulyani selaku Pengelola Perpustakaan, Wien Istiningtyas Eres Ambarwati, S.Pd selaku Koordinator BK, Dra. Sunarti Nova, Yuyun Yuliawati, S.Sos, Djaelani Sidik, S.Pd selaku Guru BK, Ade Asep Sunarya, S.Pd, dan Ezi Yudha Gumelar selaku staf Tata Usaha.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cibinong mengajak Dr. Sundari dkk untuk berdiskusi lebih lanjut diruangan rapat yang telah disiapkan. SMA Negeri 1 Cibinong memiliki ruang rapat dengan sarana prasarana yang memadai. Sembari menuju ke ruang rapat, Kepala Sekolah memperkenalkan fasilitas-fasilitas yang dimiliki oleh SMA Negeri 1 Cibinong., mulai dari ruang kelas, lapangan olahraga, klinik, ruang guru, laboratorium, dan masih banyak lagi.

Acara dibuka dengan pembacaan doa oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan paparan dari Kolonel Chb (K) Dr. Sri Sundari, S.E., MM., selaku Kepala UPT Perpustakaan Unhan RI. Dr. Sri Sundari mengucapkan terimakasih atas penyambutan yang sangat hangat, serta menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan dalam rangka menjalin kerjasama serta penyaluran buku sumbangan untuk Perpustakaan SMA Negeri 1 Cibinong. Kepala UPT Perpustakaan juga memperkenalkan PNS Dindin selaku Pustakawan Ahli Muda dan PNS Tomi selaku staf Subbag TU UPT Perpustakaan Unhan RI.

Dr. Sri Sundari menjelaskan bahwa Unhan RI merupakan salah satu Universitas di bawah Kementerian Pertahanan Republik Indonesia. Unhan RI membuka program stdui jenjang D3, S1, S2, dan S3. Kampus untuk Jenjang S1/Sarjana terletak di Sentul, Kampus untuk jenjang S2 dan S3 di Salemba, seangkan untuk D3/Diploma berada di Atambua, Nusa Tenggara Timur. Hanya siswa-siswi dengan kemampuan akademik yang bagus yang bisa masuk di Unhan RI, harapannya banyak siswa-siswi lulusan dari SMA Negeri 1 Cibinong bisa bergabung menjadi mahasiswa Unhan RI.

Dr. Sri Sundari memaparkan profil UPT Perpustakaan Unhan RI. Mulai dari koleksi bahan pustaka, Sumber Daya ,Manusia yang dimiliki, serta layanan-layanan yang disediakan oleh UPT perpustakaan Unhan RI. Di bawah kepemimpinan Beliau, UPT Perpustakaan Unhan RI berhasil mendapatkan akreditasi “A” dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Capain luarbiasa tersebut bisa dicapai berkat usaha dan keras keras Dr. Sri Sundari selaku Kepala Perpustakaan yang senantiasa memberikan arahan dan motivasi kepada para staf. Beliau juga memberikan tips dan trik kepada kawan-kawan Perpustakaan SMA Negeri 1 Cibinong agar bisa juga mendapatkan akreditasi “A”.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cibinong. Dra. Hj Eli Supartini selaku mengucapkan banyak terimakasih dan penghormatan kepada Dr. Sundari beserta rombongan dari Unhan RI yang telah berkenan meluangkan waktu untuk berkunjung ke SMA Negeri 1 Cibinong. “Suatu kebanggaan bagi kami SMA Negeri 1 Cibinong, mendapat kunjungan dari Universitas Pertahanan Republik Indonesia” ungkap Dra. Hj Eli Supartini. Beliau juga menerima dengan sangat baik kerjasama yang ditawarkan oleh UPT Perpustakaan Unhan RI dan berharap kerjasama dapat berlangsung dengan baik dan membawa manfaat bagi kedua belah pihak.

Selanjutnya Dra. Hj Eli Supartini memberikan paparan, Beliau menjelaskan secara lengkap profil SMA Negeri 1 Cibinong mulai dari sejarah awal berdiri, SDM yang dimiliki, sarana dan prasarana sekolah, jumlah siswa-siswi, ekstrakulikuler sekolah, prestasi-prestasi yang diraih oleh para guru dan siswa SMA Negeri 1 Cibinong. Sejarah SMA Negeri 1 Cibinong didirikan pada tahun 1976. SMA Negeri 1 Cibinong mempunyai nomor induk statistik sekolah (NSS) 301020520001 dengan luas lahan 4.845 m berlokasi di jalan Mayor Oking Jayaatmaja No. 73 Kelurahan Ciriung Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor.

Pada saat ini penyelenggara kependidikan diimplementasikan melalui UU No. 22 tahun 1999 tentang Otonomi Pemerintah Daerah bidang Pendidikan, dan UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 serta berdasarkan SK Mendiknas No. 053/U/2001 tanggal 19 april 2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Penyelenggaraan Persekolahan bidang Pendidikan Dasar dan Menengah, yang dipergunakan sebagai dasar acuan utama untuk melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar secara formal dan non formal.

Dari tabel di atas, SMA Negeri 1 Cibinong memiliki Tenaga Pendidik sebanyak 55 orang dengan jenjang pendidikan Diploma III/D3 hingga Magister/S2 yang terdiri dari 40 PNS, 1 Guru Kontrak Pemda, dan 14 Guru Tidak Tetap. Adapun untuk Tenaga Kependidikan sebanyak 17 orang dengan jenjang pendidikan dari SMP hingga Magister/S2 yang terdiri dari 4 PNS dan 13Tenaga Honorer.

Acara diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cindera mata kepada masing-masing instansi dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara UPT Perpustakaan Unhan RI dengan SMA Negeri 1 Cibinong. Dra. Hj Eli Supartini untuk kesekian kalinya mengucapkan terimakasih atas kunjungan dari Dr. Sri Sundari dan berharap kerjasama yang telah dijalin dapat berlangsung dalam waktu yang lama dan saling memberikan dampak yang baik bagi kemajuan kedua instansi. Dr. Sri Sundari juga mengucapkan terimakasih dan berharap agar kerjasama antara Perpustakaan Unhan RI dengan SMA Negeri Cibinong bisa berjalan dengan baik. Rombongan UPT Perpustakaan kemudian pamit untuk melanjutkan kunjungan ke lokasi berikutnya.

Selesai dari SMA Negeri 1 Cibinong, rombongan UPT Perpustakaan Unhan RI melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya di SMA PLUS PGRI Cibinong. Tidak butuh waktu lama rombongan Dr. Sri Sundari tiba di SMA PLUS PGRI Cibinong. Sesampainya di lokasi, rombongan disambut oleh Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd selaku Kepala Sekolah, Dr. Agus Rohiman, M.Pd selaku Wakasek Senior, Renildes Sri Wilujeng, M.Pd selaku Gugus Kendali Mutu, Nasukha Z, M.Pd Wakasek Kurikulum, Iwan Gunawan, S.Pd selaku Wakasek Kesiswaan, Iwan Cakrayana, M.Si selaku Wakasek Sarpras, Freddy Siahaan, S.Pd selaku Pbt Wakasek Sarpras, Mukti Alinur, S.Pd selaku Pbt Wakasek Kesiswaan, dan Yanuar Hardi Harlingga, S.Pd.Si selaku Pbt Wakasek Kurikulum.

Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd mengajak Dr. Sri Sundari dan tim berkeliling melihat fasilitas yang dimiliki oleh SMA PGRI PLUS Cibinong. Mulai dari ruang kelas, lapangan olahraga, perpustakaan, klinik, laboratorium, ruang multimedia,dan penyiaran radio. Bangunan dan sarana prasarana yang tersedia sangat lengkap dan bagus. Tidak salah jika sekolah ini merupakan salah satu sekolah terbaik dan favorit di Kabupaten Bogor. Hal tersebut senada dengan Visi SMA PGRI PLUS Cibinong yakni “Unggul Dalam Mutu Dan Prestasi, Berwawasan Global, Religius, Entrepreneur, Sebagai Agen Perubahan dan Pendidikan Budaya Bangsa.

Ada yang menarik dalam kunjungan ke SMA PGRI PLUS Cibinong. Dr. Sundari dan rombongan diperkenalkan dengan siswa-siswa unggulan yang tergabung dalam kelas khusus. Siswa-siswa tersebut memiliki kelebihan di bidang teknologi informasi. Mereka mempresentasikan penemuan-penemuan di hadapan Dr. Sundari dan rombongan.

Adapun beberapa penemuan yang dipresentasikan adalah, Aplikasi VR (Virtual Reality) salah satu fitur nya adalah bisa melakukan hand tracking yang berfungsi untuk berinteraksi langsung dengan obyek digital, bisa berjalan dan menyentuh obyek buatan yang ada di dunia digital seperti berada di dunia nyata. saat ini kami sedang mengembangkan pembelajaran metaverse, sekolah metaverse itu seolah-olah murid-murid berada di satu ruangan digital walaupun posisi mereka berada di rumah masing-masing.

Sensor e-sms gateway panas. Simulasi peringatan dini kebakaran dengan menggunakan sensor panas. Simulasi ini bertujuan akan mengirimkan pesan ke hp seluruh siswa jika terjadi kebakaran. Sensor e-sms gateway gas. Simulasi peringatan dini kebakaran dengan menggunakan sensor panas. Simulasi ini bertujuan akan mengirimkan pesan ke hp seluruh siswa jika ada kebocoran gas. Sensor penyiraman tanaman secara otomatis yang berfungsi untuk melakukan penyiraman terhadap tanaman jika suhu terasa sangat panas dan kering, maka secara otomatis akan melakukan penyiraman tanaman, sehingga tanaman yang ada di sekitar SMA PLUS PGRI akan tetap terawat dengan baik.

Dr. Sundari sangat mengapresiasi kelebihan yang dimiliki oleh para siswa-siswi SMA PGRI Plus. Beliau juga menyampaikan bahwa di Unhan RI memiliki prodi teknologi daya gerak yang sangat cocok untuk mengembangkan keilmuan siswa-siswi tersebut. “Wah cocok nanti, di Unhan ada prodi teknologi daya gerak, sangat cocok untuk mereka mengembangkan kemampuan di bidang IT khusus pertahanan” pungkas Dr.Sundari.

Acara diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cindera mata kepada masing-masing instansi dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara UPT Perpustakaan Unhan RI dengan SMA PLUS PGRI Cibinong. Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd dan Dr. Sri Sundari berharap kerjasama yang telah dijalin dapat berlangsung dalam waktu yang lama dan saling memberikan dampak positif bagi kemajuan kedua instansi.

img_3402

PROMOSI PERPUSTAKAAN UNHAN RI DI LINGKUNGAN YAYASAN REGINA CAELI

PROMOSI PERPUSTAKAAN UNHAN RI DI LINGKUNGAN

YAYASAN REGINA CAELI

oleh

Tim Website Perpustakaan Unhan RI

Februari 2022

Yayasan Bina Muda Regina (YBMR). YBMR berkedudukan di Perumahan Metland Transyogi, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat Didirikan atas kerjasama antara tim Regina Caeli Edu Cansulting yang sudah berpengalaman menyelenggarakan sekolah-sekolah sebelumnya dan yang memegang perangkat lunak penyelenggaraan pendidikan pra sekolah sampai pendidikan menengah umum dengan tim pendukung investasi fisik pendidikan. Berdirinya YBMR dikukuhkan dengan Akta Pendirian Yayasan nomor 08 tanggal 23 Maret 2009, sebagaimana telah diperpanjang dengan Akta Notaris Nomor 01 tanggal 09 November 2016, yang tercatat dalam lembaran negara berdasarkan SK Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU – 922.AH.01.04.Tahun 2011 dengan nama Yayasan Bina Muda Regina. Rancang bangun Sekolah yang didirikan dan yang sekarang serta seterusnya berlangsung adalah sekolah nasional plus multi agama dan latar belakang, dengan kurikululum global untuk Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.

Alamat : Metland Transyogi, Jl. Trans Yogie km.1, Cileungsi, Cileungsi Kidul, Kec. Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16820

Telepon: (021) 82490100

Kehadiran Sekolah Regina Caeli adalah sebuah upaya membebaskan dunia dari berbagai kemerosotan nilai kehidupan umumnya dan mempersiapkan generasi muda khususnya menuju terbentuknya pribadi pemimpin yang mampu menjadi agen pembaharu dunia dimasa yang akan datang.

Seiring semakin menurunnya tatanan nilai kehidupan manusia, semakin tumpulnya hati nurani, semakin kuatnya tantangan pembangunan moralitas, semakin rusaknya alam lingkungan, serta semakin ketatnya persaingan hidup karena dampak kepadatan dan persaingan global, maka Sekolah Regina Caeli merupakan perwujudan panggilan hati nurani untuk membantu mengantar generasi muda ke gerbang kehidupan yang lebih baik dengan mengedepankan nilai-nilai humanisme universal yang berakar pada budaya bangsa, diperkokoh dengan pengembangan iman dan ketaqwaan sesuai ajaran agama masing-masing subjek didik, melalui pelayanan pendidikan yang sejati dan aman. Kesejatian dan keamanan pendidikan menjadi inspirasi utama penyelenggaraan pendidikan Regina Caeli karena di tengah dunia yang serba tak menentu dewasa ini, generasi muda senantiasa dihadapkan pada berbagai pilihan nilai yang menyesatkan (tidak aman) di satu pihak dan kehilangan pegangan di pihak lain karena pengaruh kapitalisme global yang ikut merasuk ke dalam dunia pendidikan yang seharusnya merupakan pembebasan manusia (pendidikan sejati).

Dalam semangat pendidikan yang hakiki, Sekolah Regina Caeli adalah tempat persemaian sejati bagi generasi muda untuk menjadi pembaharu dunia yang lebih bermartabat. Rumusan visi diteruskan masing-masing jenjang dengan penekanan pada persiapan peserta didik untuk siap bertumbuh dan berkembang pada jenjang belajar berikutnya (dari TK ke SD, SD ke SMP, dan SMP ke SMA, serta menuju pilihan perguruan tinggi impian bagi lulusan SMA).

Regina Caeli mengembangkan diri menjadi sekolah pilihan utama bagi umat lintas agama dan lintas latar belakang sosial-ekonomi di sekitarnya dengan:

a. Mengupayakan keunggulan spiritual (soul) melalui pengembangan kehidupan rohani (spiritual quotient) sesuai agama yang dianut setiap peserta didik kami ⇒ sanctitas

b. Mengupayakan keunggulan hati (heart) melalui pengembangan kecerdasan emosi (emotional quotient) dan kecerdasan sosial (social quotient) setiap peserta didik kami ⇒ sociabile

c. Mengupayakan keunggulan pikiran (mind) melalui pengembangan kecerdasan intelektual (intelectual quotient) setiap peserta didik kami ⇒ scientia

d. Mengupayakan keunggulan jasmani (body) melalui pengembangan kesehatan dan kebugaran fisik dan kinestetik setiap peserta didik kami ⇒ sanitas

Melihat latar belakang dan konsep pendidikan yang modern di Yayasan Regina Caeli, Kepala Perpustakaan Unhan RI Kolonel Chb (K) Dr. Sri Sundarai SE., MM tergerak untuk mengadakan kunjungan kerja dalam rangka promosi perpustakaan sebagaimana amanat Undang undang Nomor 43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan. didampingi beberapa staf sekaligus memberikan sumbangan bahan koleksi untuk menambah bahan koleksi perpustakaan di Yayasan Regina Caeli

Lebih jauh sambutan dari Ketua Yayasan Regina Caeli Dr. Agustinus Priyowidodo, S.Pd. MM (Ketua Yayasan Bidang SDM dan Hum Prom, dan Kepala SMP Regina Caeli) didampingi oleh beberapa staf yayasan, menyambut baik kehadiran rombongan dari Perpustakaan Unhan RI mengharapkan pencerahannya terkait perkembangan budaya literasi membaca bagi seluruh siswa didiknya di lingkungan yayasan Regina Caeli, yang menurutnya masih sangat kurang peserta didiknya dalam hal minat lietrasi budaya baca, apalagi hadapkan saat ini dengan kondisi pandemic dengan sistem pembelajaran secara daring (PPKM).

Dalam sambutannya Kepala perpustakaan Unhan RI menyampaikan penekanan perlunya minat baca di sekolah lebih ditingkatkan bahkan kalau perlu masuk dalam kurikulum pendidikan.

Banyak orang yang belum memahami pentingnya budaya literasi itu sangatlah penting, sehingga wajar saja dan menjadi nyata Indonesia tergolong negara yang budaya literasi-nya rendah.

Di kawasan ASEAN saja, posisi budaya literasi Indonesia berada di bawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Sebagai negara dengan penduduk terbanyak ke-5 di dunia, masayarakat Indonesia dianggap tidak gemar membaca, menulis, berhitung ataupun berkreasi yang menjadi ciri kuatnya tingkat budaya literasi suatu bangsa.

Terkadang suka bingung, persoalan budaya literasi di Indonesia itu harusnya dimulai dari mana. Taman bacaan atau perpustakaan yang harus diperbanyak. Atau akses buku bacaan yang harus diperluas. Sementara gerakan literasi nasioanl (GLN) sudah dicanangkan. Bahkan seminar dan diskusi akan pentingnya budaya literasi digelar di mana-mana. Jadi, bagaimana harusnya bangsa Indonesia memulia budaya literasi pada masyarakatanya, atau dimulai dari keluarga.

Jika mau jujur, rendahnya budaya literasi masyarakat itu memprihatinkan. Karena tidak akan ada negara yang kompetitif di dunia ini bila tidak didukung budaya literasi yang berkualitas. Maka mau tidak mau, tradisi baca dan budaya literasi masyarakat sangat penting untuk dibangkitkan. Oleh siapapun dan hingga kapanpun.

Karena setidaknya, ada 6 (enam) dampak fundamental dari rendahnya budaya literasi masyarakat, yaitu:

1. Tingginya angka putus sekolah. Karena tanpa budaya literasi yang kita maka kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan menjadi lemah, terlalu mudah untuk berhenti sekolah akibat ketidak-mampuan ekonomi.

2. Merebaknya kebodohan yang tidak berujung. Karena rendahnya budaya literasi menjadi sebab ketidak-tahuan di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Sehingga sulit menjadikan masyarakat untuk sadar dan paham tentang peradaban.

3. Meluasnya kemiskinan. Karena budaya literasi rendah menjadi sebab rendahnya kompetensi dan lemahnya akses ekonomi. Kemiskinan akan terus-menerus merongrong dan kian sulit dipecahkan.

4. Meningginya angka kriminalitas. Tindakan kriminal atau kejahatan menjadi konsekuensi logis dari pendidikan yang rendah dan kemiskinan yang tidak berujung. Sehingga norma dan nilai kehidupan pun diabaikan.

5. Rendahnya produktivitas kerja. Karena tanpa dukungan budaya literasi yang memadai maka ilmu pengetahuan gagal diubah menjadi kreativitas yang produktif. Sehingga gagal mengoptimalkan potensi diri yang dimilik.

6. Rentannya sikap bijak dalam menyikapi informasi. Akibatnya hoaks dan ujaran kebencian mendominasi kehiduoan dan media sosial. Hanya budaya literasi yang rendah pada akhirnya membuat sulit menyeleksi informasi benar atau tidak benar.

Itulah dampak paling signifikan dari rendahnya budaya literasi masyarakat suatu bangsa. Tentu, masih ada lagi dampak lainnya akibat budaya literasi yang rendah. Maka sekali lagi, sudah saatny pemerintah dan masyarakat menyadari akan pentingnya “menghidupkan gairah” budaya literasi di masyarakat.

“Bangsa Indonesia sulit berkompetisi di Asia bahkan dunia. Bila tradisi baca dan budaya literasi masyarakat masih rendah. Maka gerakan literasi dimanapun harus memahami 6 dampak fundamental dari rendahnya budaya literasi masyarakat. Budaya literasi tidak cukup hanya diseminarkan. Tapi terjun langsung ke lapangan dan realisasikan dalam perbuatan nyata serta kepeduliaan orang tua sebagai ujung tombak dalam pengawasan dalam keluarga” ujar pustakawan Ahli Muda Unhan RI.

Maka sebagai solusinya disarankan kepada pembina pengasuh Yayasan Regina Caeli untuk membuata Nota Kesepahamaan MoU dengan Perpusnas RI sekaligus mengadakan perjanjian Kerja Sama (PKS) juga agar seluruh peserta didik diberikan tugas untuk membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional RI yang dilaksanakan secara Online sehingga dapat memberikan tugas melalui layanan yang sudah tersedia di Perpusnas RI dan mengikutsertakan Pembinanya untuk mengikuti yang diselenggarakan oleh Perpusnas RI. dengan menggunakan akses kartu anggota Sekolah, budaya literasi harus didekatkan kepada peserta didik yang menjadi target. Bahkan kalu perlu Masyarakat yang daerahnya prasejahtera atau tingkat pendidikan rata-ratanya rendah. Budaya literasi harus mampu menerobos seluruh lapisan masyarakat. Dan harus ada program konkret untuk menggerakkan perilaku membaca dan budaya literasi di peserta didik.

Patut diketahui, budaya literasi bukanlah sebatas kegiatan membaca atau melek huruf. Tapi lebih dari itu, budaya literasipun mencakup kesadaran akan pemahaman terhadap realitas kehidupan, Untuk lebih berorientasi pada solusi bukan hanya sensasi. Karena masyarakat yang literat adalah masyarakat yang mampu memecahkan masalah, menumbuhkan daya kreatif. Sehingga mampu mengangkat daya saing sebagai individual maupun organisasi. Maka, budaya literasi harusnya dijadikan gaya hidup orang Indonesia. Bukan gaya hidup konsumtif atau hedonisme.

Budaya literasi menjadi salah satu budaya yang penting bagi sebuah negara. Itu karena budaya tersebut mampu mempengaruhi kecerdasan serta kesejahteraan hidup suatu negara. Mengutip buku Literasi di Sekolah, dari Teori ke Praktik karya Ni Nyoman Padmadewi dan Luh Putu Artini (2018:8), literasi dapat diartikan sebagai keberaksaraan, yakni kemampuan menulis dan membaca atau mengkonstruksi makna lewat baca tulis.

Mengutip Jurnal Pengaruh Budaya Literasi dalam Mengembangkan Kecerdasan Kewarganegaraan tulisan Dinda Nurul Aini (2018), tingkat literasi dapat mempengaruhi personal, moral, dan kecerdasan seseorang.

Masyarakat yang cerdas memiliki peran penting untuk suatu negara, di antaranya meningkatkan peradaban yang lebih modern, mengangkat martabat bangsa, dan menjadikan negara sebagai bangsa kompetitif secara global. Sebaliknya, masyarakat dengan tingkat literasi rendah justru dapat menurunkan kualitas hidup, sosial, dan ekonomi suatu negara.

Budaya Literasi di Indonesia

Mengutip buku Indeks Aktivitas Membaca 34 Provinsi tulisan Kemdikbud (2019:79), data pada 2019 menunjukkan bahwa indeks Alibaca atau aktivitas literasi membaca tingkat nasional Indonesia masih tergolong rendah.

Sementara itu dalam tingkat provinsi, 9 provinsi tergolong rendah dan 1 provinsi sangat rendah. Artinya, kemampuan literasi Indonesia secara nasional dan internasional tak begitu tinggi. Mengutip situs resmi Kominfo, riset World’s Most Literate Nations Ranked pada 2016 juga menjelaskan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia berada di bawah Botswana (61) dan Thailand (59).

Bagaimana Upaya Meningkatkan Budaya Literasi di Indonesia

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan budaya literasi di Tanah Air, antara lain adalah:

Pemerintah

  • Meningkatkan bahan-bahan literasi di masyarakat atau sekolah.
  • Membiasakan budaya membaca di sekolah melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS).
  • Memaksimalkan pemerataan jaringan internet ke daerah pelosok.
  • Memperhatikan daerah dengan indeks literasi membaca yang paling rendah.

Swasta atau Dunia Usaha

  • Mendukung pemenuhan akses bahan-bahan literasi lewat dana tanggung jawab sosial perusahaan dengan membangun perpustakaan sekolah, umum, dan komunitas.
  • Menambahkan koleksi buku dan sarana literasi di perpustakaan umum, sekolah, atau komunitas.

Masyarakat

  • Menyelenggarakan aktivitas membaca rutin di tingkat keluarga.
  • Membuat perpustakaan mini di rumah.
  • Mendukung keberadaan komunitas literasi di lingkungan sekitar.

Dalam mengakhiri kunjungannya sebagai upaya mendukung budaya literasi gemar membaca, Kepala UPT Perpustakaan Unhan RI memberikan bantuan berupa bahan pustaka kepada Yayasan Regina Caeli sebagai wujud nyata Promosi Perpustakaan dalam mendukung kegiatan gemar membaca dan budaya literasi.

Tim Website Perpustakaan Unhan RI

Februari 2022