kegiatan-seminar-dan-penadatanganan-nota-kesepahaman-dengan-arsip-nasional_1

KEGIATAN SEMINAR DAN PENADATANGANAN NOTA KESEPAHAMAN DENGAN ARSIP NASIONAL (ANRI)

Bogor, 10 Juli 2018

Perwakilan Universitas Pertahanan Indonesia Melaksanakan kegiatan Seminar nasional kearsipan dan perpustakaan , serta dilanjutkan penadatangan nota Kerjasama di Intitut Pertanian Bogor (IPB), Lembaga yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Arsip Nasional (ANRI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Djuanda, Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Bangsa, STIE Bina Niaga, Universitas Pakuan , dan Universitas Siliwangi.

Dalam kesempatan turut hadir juga sebagai pimpinan rombongan Universitas Pertahanan Warek III Marsma TNI Dr. Tatan Kustana, M.Bus., M.A. , karoum Unhan Marsma TNI Dony Rizal P.A. Lubis , Kepala ANRI, Drs. Mustari Irawan, MPA , Kepala Perpusnas Drs Muhammad Syarif Bando MM, Kepla Perpustakaan Universitas Pertahanan Dr. Sri Sundari, SE., M.M serta Rektor dan perwakilan dari universitas perguruan tinggi.

Dalam seminar ini Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia , Mustari irawan menjadi pembicara, pada kesempatan tersebut beliau menyampaikan materi mengenai filosofi, makna dan implementasi gerakan nasional sadar tertib arsip (GNSTA). Dalam paparannya Mustari menyampaikan bahwa sasaran GNSTA yakni terwujudnya tertib kebijakan kearsipan, tertib prasarana dan sarana , tertib pengelolaan arsip dan tertib pembinaan arsip..

Begitu pula dengan perpustakaan, banyaknya masyarakat tidak memerlukan perpustakaan, terlebih dengan kemajuan tekhnolgi informasi (internet). Masyarakat yang tidak faham informasi akan tersesat ketika berada di ruang maya internet. Lain dengan informasi yang berada di perpustakaan, pustakawan dalam mengumpulkan bahan pustaka akan selalu melakukan penyeleksian terhadap mutu informasi yang akan dikoleksinya.

Dari hasil seminal dan pendatanganan nota kesepahaman ini di harapkan masyarakan dan khususnya civitas akademika di perguruan tinggi bisa mewujudkan tertib pengelolaan arsip dan sadar arsip di tingkat perguruan tinggi di seluruh Indonesia..

Penulis : Tim redaksi

Editor : Tim redaksi Perpustakaan Unhan

iidss

Unhan Kembali Gelar Seminar Internasional IIDSS 11-12 Juli 2018

Bogor. Universitas Pertahanan (Unhan) kembali akan menyelenggarakan Internasional Defense Science Seminar (IIDSS) dengan mengangkat tema “Strengthening Defense Diplomacy to Address Common Security Challenges” di jakarta pada 11 s.d 12 Juli 2018 mendatang.

Seminar Internasional tersebut akan membahas 6 topik yang akan diseminarkan tahun ini;

  1. Global Diplomacy on Non Proliferation of Weapons of Mass Destruction (WMD);
  2. Cracking Down Transnational Organised Crimes (TOC) in the Asean Region;
  3. Terrorism and Separatism Challenges;
  4. Promoting Sustainable Resources Development;
  5. Sharing Best Practices and Strategies in Disaster Relief; dan
  6. Media and Information Warfare.

Internasional Defense Science Seminar (IIDSS) sendiri merupakan agenda yang sangat bergengsi di dunia pertahanan khususnya di Indonesia yang hanya dilaksanakan oleh Unhan. Dengan mengundang para rektor atau dekan dari beberapa Universitas Pertahanan dunia antara lain dari Jepang, Australia, Thailand, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. IIDSS kedua ini juga mengundang Duta Besar negara sahabat, Atase Pertahanan negara sahabat, serta kepala organisasi internasional dan think tank dari berbagai negara dunia yang bertugas di Jakarta.

Peserta IIDSS akan dihadiri oleh 1000 peserta seminar yang terdiri dari politisi, praktisi, pemangku kebijakan, dan civitas akademika dari multi-disiplin tidak hanya berasal dari Indonesia namun juga dari manca negara. dikutip dari www.idu.ac.id

mou-perguruan-tingi-dgn-itb

PERTEMUAN PERSIAPAN MoU PERGURUAN TINGGI DENGAN ANRI DAN PERPUSNAS RI

Bogor, 4 Juni 2018

Dalam rangka mengembangkan kerja sama kelembagaan serta akreditasi perpustakaan pihak UPT perpustakaan UNHAN mengadakan agenda pertemuan dengan Institute Pertanian Bogor (IPB) terkeit pembahasan rapat persipan kerjasama rencana penandatanganan Mou Perguruan tinggi dengan ANRI dan perpusnas RI bersama 11 PT/PTS perpustakaan di wilayah Jawa Barat.

Dalam kesempatan turut hadir juga sebagai pimpinan rapat antara lain : Dr. Heti Mulyati, S.TP., M.T. Direktur Kerjasama dan Hubungan Alumni IPB , Dr. Drh. Fadjar Satria., M.Sc. Kasubdit Kerjasama IPB , Prof. Dr. Ir. Pudji Muljono., M.Si Kepala Perpustakaan IPB (Keynote Speaker), Kahim Sundjaya,, SE., MM Kabag Kerjasama dan Evaluasi ANRI (Keynote Speaker) , Dra. Titiek Kismiyati, M.Hum, Kepala Pusat Jasa Perpustakaan dan Informasi Perpusnas RI, Drs. B. Mustafa, M.Lib Kepala Unit Arsip IPB.

Dalam pembahasan rapat persiapan penandatangan Mou antara tersebut dibahas ANRI, Perpusnas RI bersama 11 PT/PTS UPT Perpustakaan yang berada di wilayah Jawa Barat Kesigapan Arsiparis dan Perpustakaan memasuki Era Revolusi Industri 4.0. Institusi kearsipan dan perpustakaan merupakan institusi yang kurang populer di masayarakat Indonesia. Kurangnya perhatian masayarakat terhadap kedua institusi ini bagi kehidupannya. Masyarakat baru menyadari tentang arsip ketika dihadapkan dengan kehilangan surat surat berharga seperti akte kelahiran, sertifikat tanah dll yang mungkin akan membuat kesulitan bahkan kerugian yang besar.

Begitu pula dengan perpustakaan, banyaknya masyarakat tidak memerlukan perpustakaan, terlebih dengan kemajuan tekhnolgi informasi (internet). Masyarakat yang tidak faham informasi akan tersesat ketika berada di ruang maya internet. Lain dengan informasi yang berada di perpustakaan, pustakawan dalam mengumpulkan bahan pustaka akan selalu melakukan penyeleksian terhadap mutu informasi yang akan dikoleksinya.

Dari hasil rapat disepakati bahwa penandantangan Mou akan ditanda tangani oleh Kepala Perpusnas RI dan Kepala Arsip Nasional RI bersama Rektor dari berbagai PT/Universitas yang berada di wilayah Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal 10-11 Juli 2018. Adapun draft Mou dari setiap PT/Universitas sudah masuk pada panitia penyelenggara pada tanggal 25 Juni 2018 disertai dengan surat permohonan nota kesepahaman MoU dengan Perpusnas dan ANRI sudah disampaikan pada tanggal 8 Juli 2018, dan akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjsama (PKS) dengan klausal-klausal yang nantinya benar-benar dapat berjalan berkesinambungan.

Penulis : Dr. Sri Sundari, SE., M.M

Dindin , S.E

Editor : Tim redaksi Perpustakaan Unhan

gandhi-manusia-bijak-dari-timur

Gandhi Manusia Bijak dari Timur – Biografi Singkat Mahatma Gandhi

Detail Buku:

Judul: Gandhi Manusia Bijak dari Timur

Penulis: Wied Prana

Penerbit: Garasi, 2014

ISBN: 978-979-25-4747-4

Bahasa: Indonesia

Jumlah halaman: 186 halaman

Jenis File: PDF

Besar file: 1,56Mb

Review: Goodreads

Deskripsi:

Sejarah manusia di dunia ini selalu disertai dengan kehadiran orang-orang besar yang berhasil menuliskan kisah hidupnya dengan tinta emas. Salah satunya adalah Mahatma Gandhi atau Mohandas Karamchand Gandhi. Gandhi kecil pantas mengucap syukur. Dia lahir dan dibesarkan di keluarga terhormat dengan penuh kasih. Ayahnya adalah seorang Dewan yang selalu mengajarkan kebaikan kepada sesama, sedangkan ibunya, wanita salehah yang menanamkan nilai-nilai agama. Meskipun demikian, ketika kecil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai anak baik. Dia pernah merokok, mencuri bahkan mengunjungi rumah bordil. Saat menempuh pendidikan di Inggris, gaya hidupnya menjadi kebarat-baratan.

Kisahnya berlanjut di Afrika Selatan. Di daerah pengujung Benua Afrika tersebut, Gandhi mendapatkan pencerahan. Perlakuan diskriminatif yang diterimanya, bangsanya juga buruh tambang dan budak telah membuka matanya. Mulai saat itulah Gandhi mengabdikan seluruh hidupnya untuk perjuangan kemanusiaan melawan segala bentuk penindasan. Dia telah menjelma menjadi cahaya penerang dari Timur.

Berpuluh-puluh tahun kemudian, ajaran Gandhi kerap mendatangkan perdebatan sengit. Prinsip nir-kekerasan yang terdengar manusiawi dan penuh kasih sayang ternyata justru mengakibatkan pertumpahan darah yang mengerikan. Berjuta- juta orang India bergelimpangan di jalan ketika mereka menjadi satyagrahis. Apakah ini yang dimaksud Gandhi? Pada akhirnya penilaian bersifat personal dan subjektif. Anda dapat menilai apakah Gandhi seorang pejuang kemanusiaan, politikus rendah hati, atau seorang diktator. Anda dapat menilai sendiri ketika membaca buku biogra? singkat ini.

Baca disini -> Klik

epistemologi-tafsir-kontemporer

Epistemologi Tafsir Kontemporer PDF

Al-Qur’an adalah kitab petunjuk yang di dalamnya memuat ajaran moral universal bagi umat manusia sepanjang masa. Dalam posisinya sebagai kitab petunjuk, Al-Qur’an diyakini tidak akan pernah lekang dan lapuk dimakan zaman. Akan tetapi dalam kenyataannya, teks Al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan ideologis sehingga menyebabkannya seolah menjadi teks yang mati dan tak lagi relevan dengan perkembangan zaman. Fenomena inilah yang menggelisahkan para mufassir modern-kontemporer, seperti Fazlur Rahman, Muhammad Syahrur, Muhammad Arkoun, Hassan Hanafi, dan Nasr Hamid Abu Zaid.

Menurut para mufassir modern-kontemporer ini, yang dibutuhkan saat ini adalah model dan metodologi baru dalam pembacaan dan pemahaman atas Al-Qur’an agar kitab suci umat Islam ini benar-benar menjadi kitab petunjuk yang akan senantiasa relevan untuk setiap zaman dan tempat serta mampu merespons setiap problem sosial-keagamaan yang dihadapi oleh umat manusia. Ini mengandung arti bahwa paradigma pemahaman atas Al-Qur’an harus digeser dan diubah; dari paradigma literalis-ideologis yang sudah berlangsung selama beberapa abad lamanya menjadi paradigma kritis-kontekstual. Tanpa adanya perubahan paradigma dalam membaca dan memahami kalam Tuhan tersebut maka yang muncul hanyalah pembacaan yang berulang-ulang (al-qira’ah almutakarrirah) dan tidak produktif.

Buku Epistemologi Tafsir Kontemporer PDF yang ada di hadapan pembaca ini, yang pada mulanya merupakan karya disertasi Abdul Mustaqim di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mengkaji pemikiran dan metodologi penafsiran dua tokoh yang cukup representatif mewakili para pemikir muslim kontemporer di bidang kajian keislaman, khususnya di bidang tafsir, yakni Fazlur Rahman dan Muhammad Syahrur. Kedua tokoh tersebut dinilai oleh penulis buku ini mewakili pemikiran dari dua wilayah yang berbeda, yakni India (Indo-Pakistan) dan Timur Tengah (Syiria). Dengan menggunakan analisis komparatif, penulis buku ini mengkaji secara mendalam dan juga kritis terhadap metodologi penafsiran Al-Qur’an yang ditawarkan oleh Rahman dan Syahrur beserta implikasi yang ditimbulkannya.

Detail Buku :

Judul : EPISTEMOLOGI TAFSIR KONTEMPORER
Penulis : Abdul Mustaqim
Penerbit : LKIS
ISBN: 979-1283-21-4
Jumlah Halaman : 386
Baca – Download : Baca